Supaya Kakak Tidak Cemburu kepada Adik Barunya

Supaya Kakak Tidak Cemburu kepada Adik Barunya

Supaya Kakak Tidak Rasa cemburu ini sesungguhnya termasuk lumrah, kok. Tetapi, bukan bermakna Bunda dapat diam saja dan biarkan Sang Kakak berlaku semacam itu, ya. Rasa cemburu semacam ini dicemaskan membuat jalinan Sang Kakak dengan adik dan Bunda jadi tidak serasi dan mengusik perubahan sosial dan emosional mereka.

Panduan Menahan Rasa Cemburu Kakak ke Adik Baru
Untuk menahan imbas negatif dari kecemburuan kakak ke adiknya, Bunda perlu lakukan penjagaan sedini kemungkinan. Beberapa cara ini bisa Bunda kerjakan waktu adik masihlah ada dalam kandung, lho. Supaya Kakak Tidak

Di bawah ini ialah panduan menahan rasa cemburu kakak ke adik baru lahir yang dapat Bunda aplikasikan: Supaya Kakak Tidak

1. Berikan tahu bila ingin ada bagian keluarga baru
Untuk menahan rasa cemburu waktu si adik lahir, langkah pertama yang dapat Bunda kerjakan ialah memberitahu Sang Kakak jika bakal ada bagian keluarga baru di dalam rumah. Tujukan tangannya ke perut Bunda sekalian menjelaskan jika di

Ucapkan kepadanya jika dia bisa menjadi seorang kakak. Bunda dan bagian keluarga yang lain bisa juga membuat panggilan baru buatnya, misalkan Kakak atau Abang, untuk tumbuhkan kedewasaannya dan perasaan tanggung-jawab selaku anak yang lebih tua.
Bila Sang Kakak masih berumur di bawah dua tahun, umumnya dia belum juga pahami berarti mempunyai seorang saudara. Untuk memberitahunya, Bunda dapat memperlihatkan buku bermotif bagian keluarga dan menerangkan dalam bahasa simpel atau membacakan buku narasi sekitar jalinan kakak dan adik.
2. Ajari Sang Kakak untuk mengasihi adiknya
Bunda bisa mengajar Sang Kakak langkah mengasihi adik semenjak masih ada dalam perut. Bawalah dia untuk kerap menyanyi atau bicara ke bayi dalam kandung, dan mencium dan menyeka-usap perut Bunda. Ucapkan kepadanya jika seorang kakak harus mengasihi, jaga, dan membuat perlindungan adiknya.
Ajari Sang Kakak langkah perlakukan adiknya sesudah lahir kelak, seperti menyeka-usap kepalanya secara halus, mencium pipinya, atau mengambil popok. Ucapkan kepadanya jika langkah ini akan membuat si adik jadi tenang.
Beri sanjungan setiap saat dia berperangai baik dengan si adik. Lontarkanlah kalimat seperti, “Kamu ialah kakak yang bagus, Sayang. Bunda senang sama kamu.” Dengan demikian, dia akan berasa jika hal yang dikerjakan telah pas dan berasa dianya bernilai.
3. Menyertakan Sang Kakak dalam peristiwa kehamilan
Menyertakan Sang Kakak dalam peristiwa kehamilan dapat menahan timbulnya rasa cemburu, lho. Bawalah Sang Kakak untuk ikut saat Bunda mengecek kehamilan supaya dia dapat menyaksikan muka si adik semenjak masih dalam kandung. Ini pasti menjadi peristiwa yang membahagiakan buatnya.
Bunda bisa juga menyertakan Sang Kakak dalam menyiapkan kepentingan si adik, misalkan ketika menentukan mainan, baju, atau peralatan bayi baru lahir yang lain. Disamping itu, Bunda bisa juga minta dia untuk temani Bunda waktu lakukan olahraga kehamilan.

dalamnya sekarang telah ada adik bayi yang nantinya dapat dibawa bermain.

error: Content is protected !!